Sore itu aku duduk di teras depan rumahku untuk sekedar santai menghilangkan rasa lelahku. Langit yang semakin mendung membuat perasaanku semakin kelam.
Kring……kring……, terdengar suara telepon dari dalam rumahku yang membuat aku terbangun dari lamunanku. Aku pun berlari menuju ke dalam rumah. ”Halo”, kataku memulai sapa. Tak terdengar sedikit pun suara dari telepon. “Halo”….”Halo”…., Tut…..tut……tut…..suara telepon itu putus. Aku pun meletakkan telepon di tempatnya kembali. “Siapa sih iseng banget”, kataku dalam hati. Belum sempat aku membalikkan badanku tiba-tiba, kring……suara telepon kembali berdering. ”Halo”, kataku dengan suara lesu. Lagi-lagi tidak ada jawaban. Aku langsung menutup telepon tanpa ada perasaan curiga sedikitpun.
Berkali-kali aku mencoba untuk memejamkan mataku, tapi aku tetap tidak bisa larut dalam tidurku. O……iya, aku langsung teringat dengan buku cerita yang aku pinjam dari perpustakaan sekolah tadi pagi. Aku langsung mengambil buku cerita itu dari dalam tasku. Aku mulai membaca buku cerita itu hingga akhirnya aku pun tertidur.
Tara………, sapa seseorang memanggil namaku sambil memegang bahuku. Aku kontan terkejut, jemariku terasa gemetaran. Karena perasaan was-was, aku tetap tidak menoleh ke belakang. Hei Tara, ini aku Bella. Aku langsung menoleh ke belakang. Hhhhh, terdengar suara nafasku ketika perasaan was-was ku mereda mengetahui bahwa yang memanggilku adalah Bella, sahabatku. Ada apa sih, Tar? Sepertinya kamu…….., ah sudahlah, kataku memotong pembicaraan Bella. Nanti pulang sekolah ada ekskul kan. Iya, jawab Bella.
Hei Tara, Bella, panggil Adi dengan terburu-buru. Ayo cepat ke ruangan ekskul seni. Ada apa? Tanyaku penasaran. Cepet deh nanti saja ceritanya. Mendengar perkataan Adi aku dan Bella langsung berlari keluar kelas menuju keruangan ekskul seni.
Di, sebenarnya ada apa sih? Tanya Bella, kok semua murid berkumpul didepan ruang ekskul seni. Kalian tahukan Ami. Ami anak kelas X itu, potongku. Ia, jawab Adi. Dia terkunci di ruang ekskul seni ketika dia mau membereskan semua peralatan seni. Waktu Ami masuk, dia tidak mengunci pintunya dan tak ada seorangpun yang mengunci dari luar. Guru-guru dan semua murid jadi panik atas kejadian ini. Terpaksa guru-guru harus mendobrak pintu itu karena kunci duplikatnya tidak ditemukan.
Kejadian tadi sangat aneh ya Bel, kataku. Iya, kok bisa ya. Kami pun diam sejenak memikirkan kejadian tadi. Tiba-tiba, aaaghhh…….., terdengar teriakan seorang perempuan dari arah wc putri. Aku dan Bella saling menatap dan ”ayo kita ke sana Bel”. Kami berlari menuju ke arah wc putri. Lia!!! Ada apa Li? Kenapa kamu berteriak? Tanyaku. Teriak??? Siapa yang teriak. Lho ada suara teriakan dari dalam wc ini, kata Bella. Tidak, aku tidak teriak, dan tidak ada orang lain di wc ini, mungkin kalian salah dengar kali.
Teng……teng…….teng……., bel sekolah tanda pulang berbunyi. Semua siswa pulang ke rumah masing-masing. Aku dan Bella sudah menunggu di ruang ekskul, ”Mana teman-teman yang lain”? tanyaku. Bella hanya mengangkat bahunya dan geleng-geleng kepala. Tar, aku keluar sebentar ya, seru Bella. Jangan lama –lama ya , kataku.
Lima belas menit berlalu. ”Bella kemana ya”? kataku sambil menuju keluar.”kok lama sekali, teman-teman sudah ngumpul nih”.aku keluar ruangan untuk mencari Bella. Aku sudah mencari Bella di seluruh ruangan. Tapi tidak kutemukan sahabatku itu. Hingga akhirnya aku menuju ke kebun di belakang sekolah. ”Bella……Bella….., di mana kamu? ”jangan takuti aku dong”. Terdengar oleh ku langkah kaki seseorang di balik semak-semak. ”Bella……teriakku. aku langsung menuju ke balik sema-semak itu. ”Bella”, panggilku. ”ah, tidak ada”.
Hari sudah semakin sore tapi aku belum juga menemukan Bella. Aku terus berjalan hingga aku menemukan sebuah gubuk tua. ”Tempat apa itu”, tanyaku dalam hati. ”kok aku tidak tahu kalau di kebun belakang sekolah ada sebuah gubuk”. Aku pun masuk ke dalam gubuk itu.
“aaaghhhhh………”aku terjatuh dari gubuk tua itu. Aku mencoba untuk bangun kembali tapi tubuhku terasa sangat sakit. ”Siapa”? Siapa yang mendorongku? Aku ingat saat aku masuk ke gubuk itu, yah, sesosok bayangan hitam mendorongku hingga aku terjatuh. ”tapi siapa itu”. Ya Tuhan, apa lagi ini. ”Aku heran kenapa akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian aneh. Waktu itu Ami anak kelas X terkunci di ruangan ekskul, terus ada suara jeritan dari dalam wc putri, sebelumnya ada temanku yang kesurupan dan apa lagi ini, Bella menghilang dan siapa yang mendorong aku”.
Aku mencoba untuk bangkit dari jatuhku. Aku berpikir lebih baik aku keluar dari tempat ini, soal Bella akan ku ceritakan pada orang tuanya. Aku mencoba untuk kembali, tapi “astaga”!!! di mana pintu keluarnya”. Aku lupa tempatnya atau…………………!!!!! Aku terjatuh karena lemas dan pingsan.
Ketika aku sadar, dihadapanku terlihat sesosok makhluk aneh yang berjubah hitam. ”Bella”??? sosok itupun mencoba untuk mencekik leher ku. “TIDAKKKKK………..”!!!
Kring…….kring….., terdengar suara wekerku berbunyi. Wah gawat, aku terlambat ke sekolah. Ini pasti gara-gara aku baca buku cerita yang berjudul Teror itu!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kring……kring……, terdengar suara telepon dari dalam rumahku yang membuat aku terbangun dari lamunanku. Aku pun berlari menuju ke dalam rumah. ”Halo”, kataku memulai sapa. Tak terdengar sedikit pun suara dari telepon. “Halo”….”Halo”…., Tut…..tut……tut…..suara telepon itu putus. Aku pun meletakkan telepon di tempatnya kembali. “Siapa sih iseng banget”, kataku dalam hati. Belum sempat aku membalikkan badanku tiba-tiba, kring……suara telepon kembali berdering. ”Halo”, kataku dengan suara lesu. Lagi-lagi tidak ada jawaban. Aku langsung menutup telepon tanpa ada perasaan curiga sedikitpun.
Berkali-kali aku mencoba untuk memejamkan mataku, tapi aku tetap tidak bisa larut dalam tidurku. O……iya, aku langsung teringat dengan buku cerita yang aku pinjam dari perpustakaan sekolah tadi pagi. Aku langsung mengambil buku cerita itu dari dalam tasku. Aku mulai membaca buku cerita itu hingga akhirnya aku pun tertidur.
Tara………, sapa seseorang memanggil namaku sambil memegang bahuku. Aku kontan terkejut, jemariku terasa gemetaran. Karena perasaan was-was, aku tetap tidak menoleh ke belakang. Hei Tara, ini aku Bella. Aku langsung menoleh ke belakang. Hhhhh, terdengar suara nafasku ketika perasaan was-was ku mereda mengetahui bahwa yang memanggilku adalah Bella, sahabatku. Ada apa sih, Tar? Sepertinya kamu…….., ah sudahlah, kataku memotong pembicaraan Bella. Nanti pulang sekolah ada ekskul kan. Iya, jawab Bella.
Hei Tara, Bella, panggil Adi dengan terburu-buru. Ayo cepat ke ruangan ekskul seni. Ada apa? Tanyaku penasaran. Cepet deh nanti saja ceritanya. Mendengar perkataan Adi aku dan Bella langsung berlari keluar kelas menuju keruangan ekskul seni.
Di, sebenarnya ada apa sih? Tanya Bella, kok semua murid berkumpul didepan ruang ekskul seni. Kalian tahukan Ami. Ami anak kelas X itu, potongku. Ia, jawab Adi. Dia terkunci di ruang ekskul seni ketika dia mau membereskan semua peralatan seni. Waktu Ami masuk, dia tidak mengunci pintunya dan tak ada seorangpun yang mengunci dari luar. Guru-guru dan semua murid jadi panik atas kejadian ini. Terpaksa guru-guru harus mendobrak pintu itu karena kunci duplikatnya tidak ditemukan.
Kejadian tadi sangat aneh ya Bel, kataku. Iya, kok bisa ya. Kami pun diam sejenak memikirkan kejadian tadi. Tiba-tiba, aaaghhh…….., terdengar teriakan seorang perempuan dari arah wc putri. Aku dan Bella saling menatap dan ”ayo kita ke sana Bel”. Kami berlari menuju ke arah wc putri. Lia!!! Ada apa Li? Kenapa kamu berteriak? Tanyaku. Teriak??? Siapa yang teriak. Lho ada suara teriakan dari dalam wc ini, kata Bella. Tidak, aku tidak teriak, dan tidak ada orang lain di wc ini, mungkin kalian salah dengar kali.
Teng……teng…….teng……., bel sekolah tanda pulang berbunyi. Semua siswa pulang ke rumah masing-masing. Aku dan Bella sudah menunggu di ruang ekskul, ”Mana teman-teman yang lain”? tanyaku. Bella hanya mengangkat bahunya dan geleng-geleng kepala. Tar, aku keluar sebentar ya, seru Bella. Jangan lama –lama ya , kataku.
Lima belas menit berlalu. ”Bella kemana ya”? kataku sambil menuju keluar.”kok lama sekali, teman-teman sudah ngumpul nih”.aku keluar ruangan untuk mencari Bella. Aku sudah mencari Bella di seluruh ruangan. Tapi tidak kutemukan sahabatku itu. Hingga akhirnya aku menuju ke kebun di belakang sekolah. ”Bella……Bella….., di mana kamu? ”jangan takuti aku dong”. Terdengar oleh ku langkah kaki seseorang di balik semak-semak. ”Bella……teriakku. aku langsung menuju ke balik sema-semak itu. ”Bella”, panggilku. ”ah, tidak ada”.
Hari sudah semakin sore tapi aku belum juga menemukan Bella. Aku terus berjalan hingga aku menemukan sebuah gubuk tua. ”Tempat apa itu”, tanyaku dalam hati. ”kok aku tidak tahu kalau di kebun belakang sekolah ada sebuah gubuk”. Aku pun masuk ke dalam gubuk itu.
“aaaghhhhh………”aku terjatuh dari gubuk tua itu. Aku mencoba untuk bangun kembali tapi tubuhku terasa sangat sakit. ”Siapa”? Siapa yang mendorongku? Aku ingat saat aku masuk ke gubuk itu, yah, sesosok bayangan hitam mendorongku hingga aku terjatuh. ”tapi siapa itu”. Ya Tuhan, apa lagi ini. ”Aku heran kenapa akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian aneh. Waktu itu Ami anak kelas X terkunci di ruangan ekskul, terus ada suara jeritan dari dalam wc putri, sebelumnya ada temanku yang kesurupan dan apa lagi ini, Bella menghilang dan siapa yang mendorong aku”.
Aku mencoba untuk bangkit dari jatuhku. Aku berpikir lebih baik aku keluar dari tempat ini, soal Bella akan ku ceritakan pada orang tuanya. Aku mencoba untuk kembali, tapi “astaga”!!! di mana pintu keluarnya”. Aku lupa tempatnya atau…………………!!!!! Aku terjatuh karena lemas dan pingsan.
Ketika aku sadar, dihadapanku terlihat sesosok makhluk aneh yang berjubah hitam. ”Bella”??? sosok itupun mencoba untuk mencekik leher ku. “TIDAKKKKK………..”!!!
Kring…….kring….., terdengar suara wekerku berbunyi. Wah gawat, aku terlambat ke sekolah. Ini pasti gara-gara aku baca buku cerita yang berjudul Teror itu!!!!!!!!!!!!!!!!!

umm twice ending nih.....hehehe keren...baru buat baruasan nik???bener2 kelas bahasa sejati hehehehe
BalasHapuskeep writing...
i'll be here to find ur words....
salam hangat
joni
makasih ye Joni..
BalasHapuspertamo sih q jg ragu2..
tp mksh dah ngedukung...
cayo!!!!